Back to Top

IT’S FINALLY HERE!

Here’s Tuah/Sebak, the first official recorded demo from the upcoming 2nd album. Plug your headset in and get ready for shivers.

robbyansyah:

The Trees and the Wild at Joyland Festival Day 1 #ttatw #stagephotography

now this is some great photo!

robbyansyah:

The Trees and the Wild at Joyland Festival Day 1 #ttatw #stagephotography

now this is some great photo!

The Trees and The Wild Kerasukan di Joyland 2013

indomietelorkeju:

image

Sabtu, 7 Desember 2013. Sebenarnya saya pribadi ingin menulis review tentang joyland festival yang dilaksanakan pada tanggal yang tertera pada pembuka paragraf ini. Tapi rasanya kurang pantas, karena saya baru masuk ke venue saat luky annash turun panggung. Kalau boleh saya menyalahkan, saya akan menyalahkan kemacetan di bogor dan jakarta. Kurang lebih jam 8 lewat saya baru sampai, ya resiko orang urban. Tapi malam itu istimewa buat saya, karena line up terakhir hari itu adalah alasan utama saya pribadi untuk datang kesana, The Trees and The Wild. dan The Trees and The Wild membuat penutupan hari pertama joyland 2013 layaknya sebuah exorcist.

image

The Trees And The Wild, tampil sekitaran pukul setengah sebelas kurang. Yang saya salut dari penyelanggaraan joyland ini, jadwal benar benar tepat waktu, sebuah hal yang susah untuk dilakukan di negara ini. Saya pribadi sudah memperkirakan songlist yang akan dibawakan nanti, yang jelas saya perkirakan semuanya dari album kedua, kecuali our roots. Dan tebakan saya hanya salah satu, our roots tidak dibawakan. Benar saja, semua lagu yang dibawakan memang dari album kedua, yang menurut saya pribadi lebih gelap, minim lirik, penuh repetisi yang bertujuan menimbulkan klimaks nantinya dan karakternya sangat kuat. Kebetulan juga saya lebih suka karakter album kedua, nuansa laut dan nyiur (soundcloudnya remedy waloni) sangat kental, more creepy dan kearifan lokalnya sangat jelas.

Sebelum konser benar benar dimulai, saya terkaget kaget karena mendengar suara synth atau bebunyian lainnya yang bernuansa horor, fyi karena saya biasa mendengar suara suara itu di film horor eropa. Ternyata suara itu berasal dari stage A, tempat The Trees And The Wild. Langsung saja, sehabis melihat hangatnya penampilan dialog dini hari saya langsung melakukan ‘ritual’ di stage A. Lagu pertama yang dibawakan adalah ‘serangan’, terlihat semua orang sangat menghayati lagu yang dibawakan TTATW ini, lagu ini memang pembuka yang tepat untuk melewati episode gelap yang diciptakan oleh TTATW.

Sehabis serangan, langsung disambut ‘tuah sebak’ tanpa jeda. Setelah tuah sebak, ttatw berhenti sejenak dan langsung memulai saija. ‘Saija’ diawali oleh suara suara anak kecil sedang berteriak berteriak dengan kata kata yang sama dan penuh repetasi, intro yang sampai sekarang menurut saya sangat epic. ‘Saija’, ibarat sebuah sedikit cahaya terang dalam episode gelap yang diciptakan oleh ‘serangan’ dan ‘tuah sebak’ Saija adalah lagu favorit saya dalam penapilan The Trees And The Wild kali ini. Musikalitas dan Permainan seperti orang kerasukan The Trees And The Wild tercermin sekali pada lagu ini.

image

Sesudah saija langsung disambut ‘nyiur’, kembali kepada nuansa kegelapan. Lalu terbitlah ‘empati tamako’, empati tamako ini menurut saya pribadi adalah lagu andalan dari album kedua ini, lagu ini cocok untuk mewakili ejakulasi yang pas untuk di konser ini, sebuah nuansa terang yang memang pas untuk ditaruh untuk menjadi lagu terakhir. Repetisi repetisi lirik di lagu ini menyerang sugesti kita secara hebat dan lagu ini adalah konsumsi yang tepat untuk otak kanan kita. “Terang yang kau dambakan hilanglah semua yang kau cari” seolah olah secara tersirat mengucapkan perpisahan dan menyatakan semua yang penonton cari dari penampilan episode gelap TTATW kali ini sudah selesai.

Akhir kata, The Trees and The Wild memang sebuah band yang terlalu sayang untuk tidak ditonton dan untuk tidak didengarkan lagu lagunya. Saya memberikan penghargaan lebih untuk remedy waloni, yang saya pun keheranan akan daya pikirnya dan daya musikalitasnya yang sangat kelas tinggi, menurut saya. Mungkin masalah musik adalah masalah selera, tapi mungkin semua setuju The Trees and The Wild adalah selera yang musik sangat berkelas. Setuju?


 

fuckyeahremedywaloni:

Joyland Festival @ Taman Krida Loka Senayan, December 2013. [source]

fuckyeahremedywaloni:

Joyland Festival @ Taman Krida Loka Senayan, December 2013. [source]

nghtdrwng:


Tribute to The Trees & The Wild Album “Rasuk” 2009 

Berlin

your single side won’t be denied
your melodramatic instant sign
is beyond my reach
missing you is just too much
why don’t you just figure it out
you’re fading and i’m still waiting

those words that you wrote on the postcard
is as cold as the winter chill
seems to me it’s not a priority
it’s just another little sign
that you’re fading and i’m still waiting

you’ll fade away

eugeniaines:

too great to forget

The Trees and The Wild nyatanya memberi lebih dari sekedar repetisi lirik yang orgasmik.

➜ #6 Laut dan Nyiur: Berkelana di Maritim

svarajournal:

image

Each city in Indonesia has their own unique music scene." Begitu yang ditekankan Remedy Waloni ketika dirinya diwawancara oleh EARS. Dari situ, Svara yang sependapat merasa kata-kata tersebut sangat bersinergi dengan suara-suara yang dia ciptakan atas nama Laut dan Nyiur.

Pada

It’s Remedy’s Soundcloud!

Next gig: Joyland Festival, December

zurahsigourney: You guys are not coming for this year Urbanscapes? WHYYY? You guys are awesome. We all just like, oh gosh, there's nothing else to say last year when we were on the front row of your concert. The music were beautiful and sometimes haunting us sweetly with that kind of Indonesian influence. We love that a lot. Thanks for making this kind of music for this era. We need more music like this! Terima kasih sekali lagi! Greetings from seberang, Malaysia. - zurah-
THEME BY PARTI